Selasa, 14 April 2009

PENCERMINAN

1. Cermin Datar

* Jarak bayangan ke cermin = jarak benda ke cermin.
* Tinggi bayangan = tinggi benda.
* Bayangan bersifat maya, tegak, dan di belakang cermin.

2. Cermin Cekung

Untuk dapat melukis bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung, biasanya digunakan tiga sinar istimewa. Sinar istimewa sinar datang yang lintasannya mudah diramalkan tanpa harus mengukur sudut datang dan sudut pantulnya. Tiga sinar istimewa itu adalah:

1. Sinar yang melalui pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan melalui pusat kelengkungan itu lagi.



2. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui fokus utama.


3. Sinar yang datang melalui fokus utama akan dipantulkan sejajar sumbu utama.


3. Cermin Cembung

Sama dengan cermin cekung, cermin cembung juga mempunyai tiga sinar istimewa. Karena jarak fokus dan pusat kelengkungan cermin cembung berada di belakang cermin maka ketiga sinar istimewa pada cermin cembung tersebut adalah:

1. Sinar yang datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali.


2. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah - olah dari titik fokus.


3. Sinar yang datang menuju fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.

Hubungan jarak benda (s), jarak fokus (f), dan jarak bayangan (s’)

atau


dengan:

f : jarak fokus cermin (m)

s : jarak benda ke cermin (m)

s’ : jarak bayangan ke cermin (m)

R : pusat kelengkungan cermin (m)

Perbesaran Bayangan Pada Cermin

dengan :

M : perbesaran bayangan

h’ : tinggi bayangan benda

h : tinggi benda

s’ : jarak bayangan benda ke cermin

s : jarak benda ke cermin

Contoh Soal:

Sebuah benda berdiri tegak 10 cm di depan cermin cembung yang mempunyai titik fokus 30 cm. Jika tinggi benda 2 m, maka tinggi bayangan yang terbentuk dan besar perbesaran benda adalah…

Diketahui:

s = 10 cm

f = 30 cm

h = 2 m

Ditanya:

s’ = …

M = …

Jawab:

a).

b)


pembiasan cahaya…

Pembiasan cahaya adalah pembelokan cahaya ketika berkas cahaya melewati bidang batas dua medium yang berbeda indeks biasnya. Indeks bias mutlak suatu bahan adalah perbandingan kecepatan cahaya di ruang hampa dengan kecepatan cahaya di bahan tersebut. Indeks bias relatif merupakan perbandingan indeks bias dua medium berbeda. Indeks bias relatif medium kedua terhadap medium pertama adalah perbandingan indeks bias antara medium kedua dengan indeks bias medium pertama. Pembiasan cahaya menyebabkan kedalaman semu dan pemantulan sempurna.

1. Persamaan indeks bias mutlak

2. Hukum Pembiasan Cahaya


Lensa adalah peralatan sangat penting dalam kehidupan manusia. Mikroskop menggunakan susunan lensa untuk melihat jasad-jasad renik yang tak terlihat oleh mata telanjang. Kamera menggunakan susunan lensa agar dapat merekam obyek dalam film. Teleskop juga memanfaatkan lensa untuk melihat bintang-bintang yang jaraknya jutaan tahun cahaya dari bumi.

Kuat lensa berkaitan dengan sifat konvergen (mengumpulkan berkas sinar) dan divergen (menyebarkan sinar) suatu lensa. Untuk Lensa positif, semakin kecil jarak fokus, semakin kuat kemampuan lensa itu untuk mengumpulkan berkas sinar. Untuk Lensa negatif, semakin kecil jarak fokus semakin kuat kemampuan lensa itu untuk menyebarkan berkas sinar. Oleh karenanya kuat lensa didefinisikan sebagai kebalikan dari jarak fokus.

Rumus Kuat Lensa:

pembentukan Bayangan Pada Lensa

Alat Optik :
A. LUP

Lup (kaca pembesar) adalah alat optik yang terdiri dari sebuah lensa cembung.

Fungsinya, untuk melihat benda benda kecil.

Sifat bayangannya maya, tegak, diperbesar.

Perbesaran Lup Untuk Mata Berakomodasi dengan Jarak x

Perbesaran Lup untuk Mata Berakomodasi Maksimum

Perbesaran Lup untuk Mata Tidak Berakomodasi

B. MIKROSKOP

Sifat Bayangan:

- Lensa Objektif: Nyata, terbalik, diperbesar

- Lensa Okuler: Nyata, terbalik, diperbesar.

Jarak fokus untuk Lensa Objektif

Jarak fokus Lensa Okuler

Perbesaran pada Mikroskop

M = Mob x Mok

C. TEROPONG

1. Teropong Bintang

Sifat bayangan: maya, terbalik, diperbesar.

Perbesaran bayangannya:

2. Teropong Bumi

Sifat bayangan: maya, tegak,diperbesar.

Perbesaran bayangannya:


Selasa, 31 Maret 2009

Mobil Bertemu saat berjalan seArah..??

Mobil berjalan searah yang mempunyai kecepatan berbeda. Mobil 1 dan mobil 2 mempunyai jarak tertentu..Mobil ini akan bertemu pada saat t (waktu) dan jarak s..
Penyelesaian:

s = sA - sB

s = (VoA + ½ aA.t2) - (VoB + ½ aB.t2)

s = (VoA - VoB)t + ½ (aA - aB)t2

½ (aA - aB)t2 + (VoA - VoB)t – s = 0 x 2

(aA - aB)t2 + 2(VoA - VoB)t – 2s = 0







Mobil Bertemu saat berjalan Arah..??

Soal Dinamika...??!!



Jika diketahui grafik hubungan kecepatan (v) dan waktu (s) seperti di atas, hitunglah:

a.Panjang lintasan saat 5 detik pertama?

b. b.Percepatan dari detik 0 sampai detik 1?

c. c.Percepatan dari detik ke-4 sampai detik ke-5?


penyelesaian:

detik 0 – 1 : s = ½ t (vt + vo) => s = ½ . 1 (80 + 40) => s = 60 satuan

detik 1 – 4 : s = ½ t (vt + vo) => s = ½ . 3 (80 + 80) => s = 240 satuan

detik 4 – 5 : s = ½ t (vt +vo) => s = ½ . 1 (20 + 80) => s = 50 satuan

Panjang lintasan saat 5 detik pertama adalah 60 + 240 + 50 = 350 satuan.

b) Percepatan dari detik ke- 0 sampai detik ke-1:





) Percepatan dari detik ke-4 sampai detik ke-5:



Mobil Bertemu Berlawanan Arah..??

Diketahui dua mobil yang saling berhadapan, kedua mobil mempunyai masing-masing kecepatan dan percepatan.

Ditanya jarak berapa mobil akan bertemu jika jarak dan percepatan nya diketahui…Dalam hal ini digunakan rumus Gerak Lurus Berubah Beraturan yang di substitusi.. Untuk lebih jelasnya ada pada penjelasan berikut:

Penjelasan:

s = sA + sB

s = (VoA + ½ aA.t2) + (VoB + ½ aB.t2)

s = (VoA + VoB)t + ½ (aA + aB)t2

½ (aA + aB)t2 + (VoA + VoB)t – s = 0 x 2

(aA + aB)t2 + 2(VoA + VoB)t – 2s = 0















Senin, 09 Maret 2009

Dinamika

Massa adalah materi yang terkandung dalam suatu zat dan dapat dikatakan sebagai ukuran dari inersia(kelembaman). Gaya adalah penyebab terjadi gerakan pada benda. Konsep Gaya dan Massa dijelaskan oleh Hukum Newton :



Hukum I menyatakan “Sebuah benda akan berada dalam keadaan diam atau bergerak lurus beraturan apabila resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol”.


Hukum II menyatakan “Benda akanmengalami percepatan jika ada gaya yang bekerja pada benda tersebut dimana gaya ini sebanding dengan suatu kontanta dan percepatannya”

F = m.a

Hukum III menyatakan Dua benda yang berinteraksi akan timbul gaya pada masing-masing benda tsb yang arahnya berlawanan dan besarnya sama”


F(aksi) = −F(reaksi)


MACAM - MACAM GAYA

Di alam semesta ada 4 gaya yang berpengaruh yaitu gaya Elektromagnetik, gaya Gravitasi, gaya Interaksi Kuat dan gaya Interaksi Lemah. Gaya interaksi : gaya Gravitasi dan gaya Listrik Magnetik. Gaya Kontak : gaya Normal, gaya Gesek dan gaya Tegang Tali.


Gaya Normal

Gaya normal adalah gaya reaksi dari gaya berat yang dikerjakan pada benda terhadap bidang dimana benda itu terletak dan tegak lurus bidang.


Gaya Gesek

Gaya yang melawan gerak relatif antara 2 benda yang bersentuhan. Gaya gesek ini dapat terjadi pada :

gaya gesek antara zat padat dengan zat padat

gaya gesek antara zat cair dengan zat padat


Gaya gesek dipengaruhi oleh beberapa faktor :

keadaan permukaan

kecepatan relatif

gaya yang bekerja pada benda tsb


Gaya gesek, fk dinyatakan:

fk = μk.sN

Sifat-sifat gaya gesek


Gaya gesek maksimum
(statik dan kinetik) tidak tergantung pada luas permukaan bidang gesek dan berbanding lurus dengan gaya normal

Gaya gesek kinetik
tergantung pada kecepatan relatif antara 2 benda yang bersentuhan

Kinematika


KELAJUAN


Kelajuan berkaitan dengan panjang lintasan yang ditempuh dalam interval waktu tertentu. Kelajuan merupakan besaran skalar.

v = D / t

KECEPATAN

Kecepatan didefinisikan sebagai perpindahan dibagi dengan waktu yang diperlukan untuk perpindahan tersebut.

Kecepatan rata-rata:

v = Jarak / waktu (s)

PERCEPATAN

Percepatan adalah perubahan kecepatan persatuan waktu (laju kecepatan). Hubungan percepatan dengan waktu memiliki analogi dengan hubungan kecepatan waktu.

Percepatan rata - rata :

a = v2 - v1 / t2 - t1


Perlambatan juga merupakan percepatan tapi arahnya berlawanan dengan arah kecepatan.


GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

Sebuah benda melakukan gerak lurus beraturan (GLB) jika ia bergerak dalam lintasan lurus dengan kecepatan konstan. Jarak,(s) yang ditempuh selama waktu, (t) tertentu adalah

s = v t





GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB)

Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB) adalah gerak lurus pada arah mendatar dengan kecepatan v yang berubah setiap saat karena adanya percepatan yang tetap. Dengan kata lain benda yang melakukan gerak dari keadaan diam atau mulai dengan kecepatan awal akan berubah kecepatannya karena ada percepatan (a= +) atau perlambatan (a= -).

Pada umumnya GLBB didasari oleh Hukum Newton II (  F = m . a ).

vt = v0 + a.t

vt2 = v02 + 2 a S

S = v0 t + 1/2 a t2

Keterangan :

vt = kecepatan sesaat benda
v0 = kecepatan awal benda
S = jarak yang ditempuh benda
f(t) = fungsi dari waktu t